Oleh: M.Nashir Syam, M.Pd.I
Selama sepekan lebih, mulai tanggal 14 sampai dengan 20 September ini dilaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi yang ke-33 di Kabupaten Kapuas Hulu. Kali ini mengusung tema : “Menguatkan peran generasi milenial Qur’ani dalam membentuk masyarakat madani yang harmonis dan berdaya saing”. Kiranya musabaqah ini bukan sekedar melombakan dan mencari pemenang atau juara saja, yang akan diorbitkan ke tingkat nasional, akan tetapi lebih dari untuk menggugah rasa cinta kita kepada Al-Qur’an ; menjadikannya sebagai the way of life dan sumber inspirasi kehidupan.
Selama sepekan ke depan, di setiap sudut dan ruang di beberapa titik Putussibau ; Ibukota Kapuas Hulu akan digemakan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggetarkan qalbu orang yang beriman yang mendengarkan dan menyimaknya. Tulisan ayat al-Qur’an menimbulkan nilai artistic dan estetis yang tinggi, melahirkan cabang khatthil Qur’an, ayat-ayat suci ditransformasikan dengan gagasan-gagasan kontekstual kehidupan keseharian umat manusia, melahirkan syarah dan fahmil Qur’an. Al-Qur’an juga mampu membumi sehingga dapat terintegrasi dalam diri setiap insan muslim tanpa kecuali, baik yang sempurna fisiknya maupun mereka yang berkebutuhan khusus, maka lahirlah cabang tilawah anak, remaja, dewasa, lansia bahkan cacat netra. Al-Qur’an itu memiliki daya magnet yang sangat luar biasa, sehingga bagi orang yang menjaganya akan cepat dan selalu melekat dalam ingatannya, dari sini melahirkan cabang tahfidz atau hafalan 5 juz, 10 juz dan bahkan 30 juz.
Al-Qur’an adalah sumber utama ajaran Islam dan merupakan pedoman hidup bagi setiap muslim. Al-Qur’an bukan sekedar memuat petunjuk tentang hubungan manusia dengan Tuhannya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya (hablumninallah wa hablumminannaas), bahkan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Untuk memahami ajaran Islam secara sempurna (kaaffah), maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami kandungan isi al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari secara sungguh-sungguh dan konsisten.
Pada saat manusia mencari jawaban atas seluruh persoalan hidup selama ribuan tahun, khususnya berbagai permasalahan yang tidak dimengerti oleh mereka maka jawabannya terdapat di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an menunjukkan hubungannya yang erat-kuat dengan manusia yang menunggu jalan keluar untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang sulit. Segera setelah itu, manusia dapat menjawab segala kesulitan yang selama itu membingungkan akal mereka.
Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan oleh seseorang dengan irama yang merdu, seperti semilir angin yang berhembus sepoi-sepoi di tengah padang pasir atau riak gelombang kecil di samudera raya, atau gemericik air yang turun dari pegunungan… dan orang lain kemudian mendengarkan bacaannya, maka si pembaca serta si pendengar akan merasa bahwa mereka terpanggil atau diundang oleh Allah SWT untuk menghadiri jamuan makan di surga. Pada saat qalbu seorang mukmin tidak lagi peduli kepada kehidupan dunia ini, maka Al-Qur’an akan menjadi sahabat dekatnya, sebagai sumber inspirasi bagi dirinya untuk bagaimana meniti jembatan kehidupan menuju jalan yang benar, jalan lurus yang diridhoi Allah Azza Wajalla.
Seorang hamba yang memahami Al-Qur’an dengan baik, maka dirinya bagaikan lautan yang sangat luas jika dibandingkan dengan setetes air di genggaman tangan. Siapa saja yang mendapatkan cahaya dari Al-Qur’an, maka ia mampu memberi sinar laksana matahari kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. Sebab, nafasnya dapat kita rasakan kebaikannya dan cahayanya dapat menyinari segala yang wujud di atas permukaan bumi dengan cahaya Allah Yang Mahabenar. Siapa saja yang mendengarkan al-Qur’an, ia merasa suka dengannya bahkan bergetar hatinya, maka yang hina diangkat derajatnya oleh Allah, yang susah dimudahkan semua urusannya, yang sedang sakit disembuhkan dan diangkat penyakitnya dan yang fakir dicukupkan oleh Allah rezekinya. Setiap qalbu yang mendengar bacaan Al-Qur’an maka akan segera hidup dan bergairah. Sebagaimana yang telah disebutkan di dalam firman Allah SWT :
Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (QS.Al-Jatsiyah : 20).
Al-Qur’an hingga kini dan insya Allah sampai kapanpun, tetap kita yakini mampu menjawab segala persoalan kehidupan umat manusia. Al-Qur’an memberikan solusi kepada siapapun, termasuk kepada mereka yang menentangnya dan meragukannya sebagai kalam suci Tuhan. Al-Qur’an menyimpan keterangan yang sangat luas dan teliti, ia adalah lautan ilmu yang tak bertepi. Semakin kita menyelami, semakin kita menghayati dan mendalami maka di dalamnya akan kita temukan mutiara ilmu pengetahuan ; sains dan teknologi, nilai-nilai universal kemanusiaan, system hidup bersosial, berbangsa dan bernegara dan bahkan segala macam pengetahuan yang syahadah dan ghoibah. Dengan demikian mustahillah bagi kita, kalau al-Qur’an itu karya sastra manusia. Tapi ia adalah Maha Karya Allah Azza Wajalla.
Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS. Al-Kahfi : 109)
Pada surah Ar-Ra’d ayat 31 Allah SWT berfirman :
Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al Quran itulah dia). Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
Al-Qur’an tidak sama dengan kitab-kitab yang lain, ia berlaku kapanpun dan di manapun. Ia adalah lentera yang menerangi kegelapan malam atau bahkan kegelapan yang tak pernah terbayangkan oleh kita, gelap di atas kegelapan. Al-Qur’an memenuhi semua kebutuhan manusia sampai kapanpun. Meski sejarah turunnya Al-Qur’an sudah dimulai lima belas abad yang silam, akan tetapi isinya masih tetap relevan dan berkaitan dengan kehidupan umat manusia sepanjang zaman, bahkan saat zaman itu sendiri sudah berada di ujung penutupannya.
Oleh karena itu, melombakan Al-Qur’an hanya dengan tujuan semata-mata agar ingin mendapatkan pujian manusia karena mendapatkan juara dengan berbagai hadiah-hadiah yang menarik itu sejatinya merendahkan keluhuran Al-Qur’an itu sendiri. Sang juara sejati dalam melombakan Al-Qur’an adalah orang yang mau membaca Al-Qur’an setiap hari sebagai aktifitas rutinnya. Kemudian mau mempelajarinya, memahaminya, menghayati makna dan isi kandungannya serta mengamalkan atau mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjadikan Al-Qur’an sebagai perisai, sebagai benteng dalam menghadapi persoalan kehidupan. Menjadikan Al-Qur’an sebagai obat penawar kerinduan terhadap Al-Khaliq Allah SWT. Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, ia menjadikan Al-Qur’an titik awal melangkah menjadi pribadi qur’ani yang shaleh dan amanah. Ini sesungguhnya Sang Juara Sejati Al-Qur’an. Jadi sekali lagi, mengukur Al-Qur’an hanya sebatas kemewahan yang bersifat material atau duniawi, itu terlalu amat murah.
Pertanyaannya sekarang, dari mana kita memulai mentradisikan Al-Qur’an itu ? Ini jawaban Rasulullah SAW :
“Terangilah rumah-rumahmu dengan shalat dan membaca Al-Qur’an”
Maka marilah kita bersama-sama menghiasi rumah-rumah tempat tinggal kita dengan tilawah Al-Qur’an. Rumah kita akan terasa sejuk apabila anggota keluarga semua mencintai Al-Qur’an, putra-puti kita rajin menyimak Al-Qur’an, bukan sibuk bermain gadget. Suami isteri juga akan merasa damai dan harmonis apabila menjadikan tilawah Al-Qur’an menjadi acara rutin sehari-hari di rumah. Suami membaca, istri menyimak. Istri membaca sang suami menyimak demikian seterusnya.
Rasulullah SAW bersabda :
“Barangsiapa yang dekat dengan Al-Qur’an, pasti akan mulia dan dimuliakan”
Sejatinya titik awal mentradisikan dan membumikan Al-Qur’an justeru dari rumah kita masing-masing. Insya Allah apabila rumah kita diterangi cahaya Al-Qur’an maka kelak di alam kuburpun kita akan dinaungi dan diterangi cahaya Al-Qur’an. Berada di alam kubur terasa tidur dengan pulas, sebab Al-Qur’an membersamai kita. Jangan jadikan Al-Qur’an untuk mendapatkan dunia, karena bisa jadi dunia engkau dapatkan tapi tak akan lama ia akan meninggalkanmu. Tapi apabila kita menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita, maka yakinlah dunia akan mengikutimu. Dan Al-Qur’an akan menolongmu, menyertaimu dan menyinarimu di alam kubur nanti.
Ya Allah , dengan Al-Qur’an. Karuniakanlah kasih sayang-Mu kepada hamba. Jadikan Al-Qur’an sebagai imam, cahaya, hidayah dan sumber rahmat bagi hamba.
Ya Allah, ingatkan hamba bila ada ayat yang hamba lupa mengingatnya. Ajarkan pada hamba ayat yang hamba bodoh memahaminya. Karuniakanlah pada hamba kenikmatan membacanya, sepanjang waktu baik tengah malam atau tengah hari. Jadikan Al-Qur’an bagi hamba sebagai hujjah, ya Rabbal alamin.
Semoga Allah Swt meridloi dan membimbing kita bersama menjadi pribadi-pribadi qur’ani, mendapatkan syafaat Al-Qur’an di dunia dan di akhirat kelak.. .Aamin Ya robbal ‘aalamin.
***Penulis adalah Official kafilah MTQ dari dan Sekretaris 1 MUI Kabupaten Ketapang
.