Oleh; Dr.Miskari, Lc, M.H.I
Anggota Komisi Fatwa MUI Kalbar
Kehidupan di dunia ini hanya memiliki dua pilihan: pertama, nikmat; kedua, musibah. Dalam hal ini, pembahasan difokuskan pada musibah. Musibah adalah bagian dari perjalanan hidup manusia yang tidak bisa dihindari selama kita masih hidup di dunia. Akan tetapi, Islam memberikan tuntunan bagaimana kita dapat melewati musibah dengan ringan, penuh kesabaran, bahkan menjadikannya jalan kebaikan. Nabi SAW telah mengajarkan bahwa di balik setiap cobaan selalu ada pertolongan Allah yang bisa diraih melalui amal-amal tertentu.
Menurut KH. Ma’ruf Khozin (Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim), dalam ceramahnya beliau menjelaskan bahwa untuk terhindar dari musibah terdapat beberapa amalan. Pertama, sedekah adalah salah satu cara yang sangat ditekankan untuk meredakan musibah. Nabi SAW menyebutkan bahwa sedekah bisa memadamkan murka Allah dan menolak bala, “As-shadaqatu tadfa‘ul balā’.” Orang yang terbiasa bersedekah memiliki tabungan amal yang menjadi perisai saat musibah datang. Bahkan, sekalipun musibah menimpa, Allah akan meringankan dan segera mengangkatnya dari dirinya. Hal ini selaras dengan pepatah ulama, “Sedekah adalah obat, dan musibah adalah ujian. Obat dan ujian bertemu, maka yang menang adalah obat.”
Kedua, zikir adalah kekuatan batin yang menjadikan hati seorang mukmin tenang, sabar, dan penuh harapan. Kisah Nabi Yunus a.s. menjadi teladan besar. Beliau diselamatkan dari perut ikan karena selalu berzikir dan merendahkan diri di hadapan Allah. Nabi Yunus a.s. senantiasa membaca kalimat “Lā ilāha illā anta subhānaka innī kuntu minazh-zhālimīn” sebagai senjata untuk keluar dari perut ikan paus. Bacaan ini juga dapat menjadi senjata bagi orang beriman ketika berada dalam kesempitan. Demikian pula Nabi SAW mencontohkan doa “Yā Hayyu Yā Qayyūm, birahmatika astaghītsu” saat menghadapi keadaan genting.
Dengan demikian, hadir di majelis zikir bukan sekadar ritual, melainkan investasi spiritual. Ketika musibah datang, Allah akan menolong orang yang hatinya selalu terhubung dengan-Nya.
Maka, cara kita agar terhindar dari musibah bukan hanya dengan usaha lahiriah, tetapi juga dengan memperbanyak sedekah, zikir, dan ibadah sesuai tuntunan Nabi SAW. Inilah bekal terbaik agar setiap ujian yang Allah hadirkan justru mengangkat derajat, bukan menjatuhkan kita.