Pontianak – kalbar.mui.or.id, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak, Ruslan, menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga kemurnian akidah umat melalui kehadiran pada kegiatan sosialisasi strategis yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pontianak.
Bekerja sama dengan Forum Arisan Masjid Kecamatan Pontianak Barat dan Kota, kegiatan ini berfokus pada pencegahan dan pembentengan masyarakat dari pemahaman keagamaan yang menyimpang atau aliran sesat. Acara yang menjadi forum penting untuk memperkuat wawasan keagamaan ini diadakan di Masjid Al-Ikhwan pada Selasa (25/11).

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Ruslan menggarisbawahi peran sentral masjid sebagai benteng pertahanan akidah. Ia mendesak agar masjid difungsikan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi keagamaan yang aktif.
“Masjid wajib diisi dengan majelis taklim yang berkualitas dan berkelanjutan. Ini adalah kunci agar pemahaman agama jamaah menjadi baik dan benar, sehingga umat tidak akan mudah terjebak dalam pemahaman yang keluar dari jalur syariah,” tegas Ruslan.
Sosialisasi ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara ulama (MUI), umara (Kemenag dan Kepolisian), dan tokoh masyarakat dalam upaya kolektif menjaga tatanan keagamaan. Melalui edukasi yang masif dan berkelanjutan, diharapkan masyarakat memiliki filter keimanan yang kuat untuk menangkal ajaran-ajaran yang berpotensi merusak kerukunan umat dan sosial.