Sikapi Aksi Demonstrasi, Ketua MUI Kalbar Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Kerukunan

Sikapi Aksi Demonstrasi, Ketua MUI Kalbar Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Kerukunan

 

PONTIANAK – kalbar.mui.or.id,  Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat, Drs. H. M. Basri HAR, mengeluarkan pernyataan yang mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tetap tenang serta menjaga kedamaian dan kerukunan di tengah dinamika sosial yang terjadi akhir-akhir ini.

Imbauan ini disampaikan secara khusus untuk menyikapi maraknya aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah.Sabtu, 30/8.

Dalam sebuah pernyataan video yang diterima pada Selasa (2/9/2025), Drs. Basri Har mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dan menyerahkan penyelesaian masalah kepada pihak yang berwenang.

“Saya mengajak kepada semua komponen masyarakat untuk tetap tenang, untuk tetap menjaga kedamaian dan kerukunan menyikapi demo-demo yang telah terjadi pada hari-hari terakhir ini,” ujar Drs. Basri.

Beliau menekankan pentingnya mempercayakan proses hukum kepada aparat keamanan dan penegak hukum agar setiap permasalahan dapat diselesaikan secara adil dan transparan.

“Mari kita serahkan semua apa yang terjadi kepada pihak penegak keamanan dan penegak hukum untuk bisa menyelesaikan secara adil dan transparan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua MUI Kalbar ini juga berpesan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa agar melakukannya dengan cara-cara yang santun dan damai, tanpa menggunakan kekerasan.

“Ketika ada masalah yang perlu kita sampaikan, disampaikanlah secara damai, secara santun. Tidak bisa kita meminta menyelesaikan sesuatu juga dengan kekerasan,” tambahnya.

Imbauan serupa juga ditujukan kepada aparat keamanan yang bertugas. Drs. Basri berharap para petugas dapat mengedepankan pendekatan yang humanis dan menghindari tindakan represif dalam mengawal aksi massa.

“Kepada aparat penjaga keamanan, dapat mengutamakan, mengedepankan sikap yang santun, kiranya meninggalkan hal-hal kekerasan sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” kata Basri.

Mengakhiri pernyataannya, Drs. H. M. Basri HAR mengingatkan kembali bahwa perdamaian adalah sebuah kenikmatan yang harus dijaga bersama.

“Damai itu indah. Damai itu sangat nikmat kita rasakan ketika kita bisa hidup berdampingan secara damai, secara rukun, dan secara harmonis,” tutupnya. (red)

Share this post